Seorang kawan yang biasa debat masalah negara dengan saya, mengirimi video ini via WA. Bukan tanpa sebab video tersebut dikirim ke saya. Sejak lama, dia punya sosok yang menurutnya memenuhi kriteria sebagaimana dimaksud oleh Mbah Nun. Sosok tunggal yang bisa membuat Indonesia lepas dari jeratan BI. Sebab BI, dalam pandangannya, dianggap sebagai biang kerok kemunduran bangsa Indonesia. Sudah selayaknya saya juga turut mendukungnya, kira-kira begitu maksudnya.
Saya tidak akan mempromosikan namanya di sini. Sebab begini (alasan ini saya sampaikan pula kepadanya). Sejak saya terpapar oleh buku-buku karya Kuntowijoyo, terutama yang berjudul Selamat Tinggal Mitos Selamat Datang Realitas, saya sudah tidak percaya lagi pada sosok yang dianggap sebagai Ratu Adil.
Saya mengakui, butuh sosok yang super hebat untuk bisa memimpin Indonesia, tapi sekaligus saya tidak percaya akan adanya Ratu Adil, sebab itu hanya mitos. Jauh sebelum Indonesia merdeka, sampai zaman kiwari, masih ada yang menganggap mitos tersebut sebagai realitas.
Pada abad ke-19, (1) Pangeran Diponegoro pernah dianggap sebagai sosok Ratu Adil. Satu abad kemudian, orang menganggap sosok tersebut ada pada diri (2) HOS Cokroaminoto. Setelah Indonesia merdeka, "gelar" tersebut sempat disematkan pada Presiden (3) Sukarno (Pemimpin Besar Revolusi). Dan terakhir, di awal munculnya (4) Jokowi, tidak sedikit yang memercayai dia sebagai wujud dari Satrio Piningit (nama lain dari Ratu Adil), sebagaimana yang diramalkan oleh Jayabaya (sampai ada yang menerbitkan bukunya).
Hasilnya apa? Sosok pertama sudah dibungkam sebelum berhasil mengepakkan sayapnya lebih jauh. Sosok kedua sudah meninggal dunia sebelum cita-citanya berhasil. Sosok ketiga justru menjadi sebuah tragedi saking lamanya ia berkuasa. Sosok keempat, silakan Anda tuliskan sendiri. Orangnya masih hidup, kisahnya belum usai, tapi yang sudah jelas usai: Satrio Piningit yang disematkan padanya adalah mitos terbesar yang pernah diciptakan oleh bangsa ini. 
Buat saya, berdasarkan pembacaan saya selama ini, solusi dengan menghadirkan (mitos) pemimpin Ratu Adil itu tidak akan pernah berhasil mengentaskan permasalahan bangsa Indonesia yang maha kompleks ini. Yang bisa kita lakukan adalah terus-menerus mendidik karakter anak bangsa: (1) menjunjung tinggi moralitas berdasarkan tuntunan agama, (2) punya perangai ilmiah, (3) sadar hukum secara kolektif, dan punya (4) jiwa altruistis yang tinggi.
Minimal 4 poin tersebut yang perlu kita kuantifikasi skalanya. Itu semua diciptakan, tidak datang sendiri dari langit apalagi dibentuk oleh hanya satu sosok tunggal. Dia adalah proyek lintas generasi. Pendidikan karakter tersebut jelas mensyaratkan adanya guru yang inspiratif.
Jika Presiden Prabowo punya kehendak politik untuk membentuk pengkaderan guru-guru yang inspiratif dan punya wawasan luas, jelas hasilnya bukan dia yang menikmati. Bahkan setelah seratus kali pergantian presiden (semoga presiden masih hidup sampai seribu tahun): hasilnya belum tentu seratus persen. Tapi setidaknya dia punya sumbangsih.
Jadi, pemimpin menjalankan tugasnya bukan karena dia punya wangsit sebagai Ratu Adil, melainkan bekerja berdasarkan undang-undang yang mengatur. Itulah yang paling realistis.
Dan pemimpin tersebut akan lahir jika masyarakat sipil (civil society) sebagai pemilihnya, sudah memenuhi (minimal) empat poin di atas.
19.29
Rumahku Surgaku
Posted in
No Response to "ADAKAH RATU ADIL? "
Posting Komentar