Saya sepakat dengan sub-judul dalam film Pesta Babi: Kolonialisme di zaman kita.
Tentu kriteria itu tidak langsung asal comot diksi untuk kemudian ditempelkan menjadi sub-judul. Ada proses panjang sebelum leksikon yang penuh dengan polemik itu akhirnya dipilih dan disematkan.
Untuk menilai apakah sesuatu tersebut termasuk penjajahan atau bukan, diperlukan wawasan yang luas. Yang sudah pasti adalah Anda harus belajar sejarah kolonialisme yang pernah terjadi di masa lampau.
Begitu juga dalam menentukan apakah yang terjadi di Papua Selatan kiwari termasuk kategori kolonialisme, Anda tidak cukup melakukan kerja advokasi hanya dalam sehari dua hari, atau bahkan setahun dua tahun. Pekerjaan itu memakan waktu belasan bahkan puluhan tahun. Kita bisa berdebat panjang mengenai hal ini.
Kalau Anda mengenal Dandhy Laksono baru 2-3 tahun terakhir, atau baru mengenalnya lewat 2-3 film yang ia sutradarai seperti Dirty Vote dan Sexy Killer, sangat wajar bila Anda meragukan kredibilitasnya.
Keraguan itu mungkin akan sedikit sirna bila Anda sudah mengikuti perjalanannya mengelilingi Indonesia sepuluh tahun terakhir dan menyaksikan video-video dokumenter yang ia hasilkan. Yang sangat terkait dengan film Pesta Babi adalah film The Mahuze's yang sudah rilis sejak sepuluh tahun silam.
Dan mungkin akan benar-benar sirna bila Anda mundur 15 tahun terakhir, dengan membaca buku Jurnalisme Investigasi yang ia tulis. Buku ini tidak berisi teori-teori tentang jurnalisme yang kaku, melainkan bercerita pengalaman bagaimana ia jatuh bangun dalam melakukan kerja investigasi yang penuh dengan risiko.
Kendala besar yang ia hadapi sebagai jurnalis dalam menginvestigasi kasus Munir di awal kematiannya, saya anggap yang paling heroik. Masih banyak hal lain yang ia ceritakan, frustrasinya terhadap tv swasta, yang lebih mengutamakan tayangan norak tapi penuh komersial, sehingga dia harus membangun media yang independen.
Saya menilai ada standar moral dan nilai integritas yang dijunjung tinggi dalam buku itu. Secara filosofis, pekerjaan seorang jurnalis yang bergerak dalam misi investigasi, sesungguhnya adalah kerja untuk kemanusiaan.
06.29
Rumahku Surgaku

Posted in
No Response to "KOLONIALISME DI ZAMAN KITA "
Posting Komentar