Saya ingin menulis agak panjang terkait prediksi Cak Nun sejak empat belas tahun silam (Februari 2012) yang mengatakan bahwa, "Suatu hari Iran akan diserang oleh israel dan Amerika, dan bisa dipastikan Arab Saudi akan membela israel."
Kita bisa berdebat mengenai frasa "Arab Saudi membela israel". Urusan bela-kontra atau netral ini perkara politik, bukan soal keyakinan agama. Tapi, tak dimungkiri bahwa prediksi perang itu tepat sekali.
Yang juga terbukti dan tepat dari pernyataan Cak Nun adalah orang Indonesia nanti akan terbelah. "Kene mesti kerengan dewe mengko.. (kita mesti akan bertengkar sendiri nanti..)", katanya. "Separuh membela Iran, separuh membela israel, atau tidak membela siapa-siapa karena tidak paham."
Konteks ucapan Cak Nun itu harus dipahami bahwa setahun sebelumnya (2011) isu mengenai Sunni-Syiah meledak lagi, dan imbasnya masih kita rasakan sampai sekarang. Cak Nun menganggap isu itu sengaja dibuat oleh Amerika dan israel.
Dalam kalimat Cak Nun, provokasi Amerika dan israel pada umat Islam itu sudah pada tahap "adu-domba fisik sampai psikologi dan batin."
Kalau Anda membaca salah satu buku yang ditulis oleh John L. Esposito The Future of Islam (sudah ada terjemahannya dalam bahasa Indonesia berjudul Masa Depan Islam), Anda akan tahu strategi memecah umat Islam lewat diskursus Sunni-Syiah itu benar-benar dipakai oleh Amerika.
Amerika, dalam pandangan Esposito, belum lama mengetahui, bahwa ada sejarah politik berdarah dalam tubuh umat Islam yang melahirkan Sunni-Syiah. Wawasan ini kemudian dimanfaatkan dengan baik sekali oleh Amerika dalam konteks geopolitik hari ini.
Kembali ke pernyataan Cak Nun "kene mesti kerengan dewe mengko". Saya pribadi punya pandangan sendiri. Apakah kalau saya membela Iran otomatis saya membela Syiah? Tidak.
Saya tak merasa lebih paham geopolitik. Tapi berdasarkan pembacaan saya terhadap sejarah kolonialisme dan imperialisme yang panjang, sangat mudah buat saya untuk menyimpulkan bahwa apa yang dilakukan oleh Amerika terhadap Venezuela dan sekarang dilakukannya terhadap Iran, itu adalah satu bentuk penjajahan.
Bangsa Indonesia yang sudah kenyang dijajah sekian abad menolak dengan tegas penjajahan. Itu tercantum dengan jelas dalam preambule UUD kita. Tidak boleh ada negara yang sistem politiknya bertujuan menjajah negara lain untuk mendapatkan kekuasaan dan keuntungan yang lebih besar.
Atas dasar ini kita menolak penjajahan kepada siapa saja. Bukan hanya suatu negara ke negara lain (exploitation de l'nation par l'nation), tapi juga suatu bangsa ke bangsa lain (exploitation de l'homme par l'homme), apa pun ras dan keyakinan agamanya. Kita menolak persekusi yang dilakukan oleh negara kepada kaum minoritas (China ke Uighur, Myanmar ke Rohingnya); kita juga menolak invasi suatu negara ke negara lain (Rusia ke Ukraina, Saudi Arabia ke Yaman).
Dalam konteks inilah saya membela Iran, dan secara moral menghargainya sebagai negara yang punya harga diri untuk melawan, meskipun kekuatannya sangat tidak berimbang.
Kembali lagi kepada kalimat Cak Nun "kene mesti kerengan dewe mengko". Kenapa selama ini kita tak bisa mengalahkan israel? Salah satunya ya karena ini. Umat Islam gampang sekali dipecah-belah!
(Pernyataan Cak Nun bisa dilihat dalam unggahan FB CakNun(.)com, berikut link-nya: https://www.facebook.com/share/r/186CwszfMA/?mibextid=wwXIfr)
21.26
Rumahku Surgaku

Posted in
No Response to "PREDIKSI CAK NUN DAN PENDAPAT SAYA "
Posting Komentar