Featured Products

Vestibulum urna ipsum

product

Price: $180

Detail | Add to cart

Aliquam sollicitudin

product

Price: $240

Detail | Add to cart

Pellentesque habitant

product

Price: $120

Detail | Add to cart

MASA DEPAN MASYARAKAT ADAT PAPUA

https://youtu.be/3TodspXXUDs?si=hyAKQDhRcF4y2CJ5


Menangis saya nonton film dokumenter durasi 18 menit 19 detik ini. 


Anda bisa bayangkan betapa sesaknya dada, melihat hutan yang menjadi sumber kehidupan utama masyarakat adat di sana, dirampas oleh pemerintah atas nama tanah negara. 


Mereka tidak makan nasi, mereka makan sagu. Sumber makanan yang terakhir ini mereka dapatkan dari hutan. Satu pohon sagu bisa menghidupi satu keluarga selama 5-6 bulan. Artinya, dalam 5-6 tahun, satu keluarga hanya butuh menebang 10-12 pohon. Itu waktu yang cukup untuk menumbuhkan satu pohon baru yang siap dipanen. Semua itu mereka dapatkan secara GRATIS, tanpa menanamnya. Sebab pohon sagu bisa tumbuh dengan sendirinya di tanah rawa. 


Ikan, rusa, dan babi, yang menjadi sumber protein mereka, juga ada hutan itu. Saat persediaan habis mereka tinggal masuk ke hutan untuk berburu. Mirip konglomerat yang punya tabungan uang sekian triliun di bank, tabungan mereka adalah hutannya yang terjaga. 


Jadi betapa kaya rayanya mereka, jauh lebih kaya daripada pemilik gedung raksasa yang ada di Jakarta. Hidupnya tidak bergantung pada uang, krisis moneter tidak akan berdampak apa-apa terhadap kehidupan mereka. 


Tiba-tiba pemerintah datang, tanpa diskusi, tanpa pemberitahuan, melalui Jhonlin Group membawa ribuan ekskavator. Awalnya hanya ingin membuka jalan. Belakangan baru diketahui ternyata itu jalan untuk membabat hutan. Masyarakat coba untuk melawan, tapi pemerintah membawa tentara untuk mengamankan proyeknya. Mirip VOC saat pertama kali datang ke Banda Naira. 


Kita tidak menyalahkan anggota TNI yang turun di lapangan, sebab mereka hanya menjalankan tugas dari atasan. Atasan yang diperintah oleh atasannya lagi. Dan atasan yang paling atas adalah kepala negara. 


Saat ditanya, "Mama pernah bayangin kalau su tidak punya hutan lagi terus Mama bagaimana?" 


Dengan getir Mama yang ada dalam video dokumenter ini menjawab dengan balik bertanya, "baru sa punya anak cucu mau kemana, kalau hutan su tidak ada."


Silakan Anda bayangkan kehidupan anak cucunya seperti apa ke depan.

No Response to "MASA DEPAN MASYARAKAT ADAT PAPUA"

Posting Komentar